Senin, 07 Juli 2014

asam amino yang berperan penting dalam tubuh manusia

1.                             Sebutkan asam amino yang berperan penting dalam tubuh manusia !
Jawab :  1.    Glisina, berfungsi sebagai inhibitor neurotransmitter pada sistem saraf pusat dan merupakan asam amino yang penting dan diperlukan oleh kelenjar prostat. Glisina juga merupakan asam amino nonessensial bagi manusia. Tubuh manusia memproduksi glisina dalam jumlah mencukupi. Asam amino ini memiliki khasiat bias mencegah atau mengatasi hipertrofi atau pembesaran prostat jinak pada kaum pria.
2.             Alanina, berperan dalam pengenalan substrat atau spesifisitas, khususnya dalam interaksi dengan atom nonreaktif seperti karbon. Dalam proses pembentukan glukosa dari protein, alanina berperan dalam daur alanina dan merupakan asam amino yang penting dan diperlukan kelenjar prostat. Asam amino ini memiliki khasiat bisa mencegah atau mengatasi hipertrofi atau pembesaran prostat jinak pada kaum pria.
3.             Valina, berfungsi menggantikan posisi asam glutamat, asam amino lain yang hidrofilik yaitu suka air, dan pada haemoglobin. Asam amino ini merupakan asam amino essensial bagi tubuh.
4.             Leusina, berperan dalam menjaga perombakan dan pembentukan protein otot. Asam amino ini mutlak diperlukan dalam perkembangan anak-anak dalam kesetimbangan nitrogen bagi orang dewasa.
5.             Isoleusina, berfungsi sebagai penyusun utama protein. Asam amino ini merupakan asam amino essensial dalam tubuh.
6.             Serina, merupakan asam amino penyusun protein. Serina penting bagi metabolisme karena terlibat dalam biosintesis senyawa-senyawa purin dan pirimidin, sistein, triptofan (pada bakteria), dan sejumlah besar metabolit lain. Asam amino ini merupakan asam amino essensial bagi tubuh manusia, juga sebagai penyusun protein non-enzim, rantai sampingnya dapat mengalami glikolisasi yang dapat menjelaskan gangguan akibat diabetes. Serina juga merupakan satu dari tiga asam amino yang biasanya terfosforilasi oleh enzim kinase pada saat transduksi sinyal pada eukariota.
7.             Treonina, kehadiran enzim treonina-kinase dapat menyebabkan fosforilasi pada treonina, menghasilkan fosfotreonina, senyawa antara penting pada biosintesis metabolit sekunder.
8.             Asam Aspartat, merupakan asam amino penyusun protein sebagai pembangkit neurotransmitter di otak dan saraf otot. Senyawa ini juga merupakan produk dari daur urea dan terlibat dalam glukoneogenesis. Asam aspartat ini berperan dalam daya tahan terhadap kepenatan.
9.             Asam Glutamat, asam amino ini penting dan diperlukan kelenjar prostat. Asam amino ini memiliki khasiat bisa mencegah atau mengatasi hipertrofi atau pembesaran prostat jinak pada kaum pria. Asam glutamat ini juga dapat merangsang beberapa tipe saraf yang ada pada lidah manusia, asam glutamat dimanfaatkan dalam industri penyedap rasa. Dalam keseharian didapati dalam bentuk garam turunan yang disebut sebagai monosodium glutamat atau MSG.
10.         Asparagina, adalah analog dari asam aspartat dengan penggantian gugus karboksil oleh gugus. Karboksamid asparagina diperlukan oleh sistem saraf untuk menjaga kesetimbangan dan dalam transformasi asam amino. Asparagina juga berperan dalam sintesis amonia.
11.         Glutamina, dapat mengganti rantai samping hidroksil asam glutamat dengan gugus fungsional amino. Asam amino ini berfungsi sebagai bahan bakar otak yang mengontrol kelebihan amonia yang terbentuk dalam tubuh akibat proses biokimia. Glutamina dijadikan suplemen atlet binaraga untuk mengganti kerusakan otot dengan segera akibat latihan beban yang berat.
12.         Lisina, merupakan kerangka bagi niasin (Vitamin B1) serta penyusun protein. Asam amino ini merupakan asam amino essensial, lisina juga dilibatkan dalam pengobatan terhadap penyakit herpes.
13.         Arginina, asam amino ini memiliki kecenderungan basa yang cukup tinggi akibat eksresi dua gugus amino pada gugus residunya. Arginina ini bermanfaat untuk anak-anak, asam amino ini merupakan asam amino essensial. Asam amino ini juga meningkatkan perkembangan dan kondisi kesehatan.
14.         Histidina, berperan dalam sistem saraf dan karnosin. Histidina ini bermanfaat bagi manusia karena merupakan asam amino essensial bagi anak-anak.
15.         Sisteina, merupakan sumber utama dalam sintesis senyawa-senyawa biologis lain yang mengandung belerang. Sisteina dan metionin pada protein juga berperan dalam menentukan konformasi protein karena adanya ikatan hidrogen pada gugus tiol. Sisteina merupakan asam amino nonessensial bagi manusia.
16.         Metionina, berperan penting dalam sintesis protein (dalam proses transkripsi, yang menerjemahkan urutan basa nitrogen di DNA untuk membentuk RNA) karena kode untuk metioninasama dengan kode awal untuk suatu rangkaian RNA. Biasanya, metionina awal ini tidak akan terikat dalam protein yang kelak terbentuk karena dibuang dalam proses pascatranskripsi. Asam amino ini merupaka asam amino yang bersifat essensial bagi manusia.
17.         Prolina, berfungsi sebagai komponen protein. Prolina bukan merupakan asam amino essensial bagi manusia.
18.         Fenilalanina, berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan (neurotransmitter) pada sistem saraf otak, bahan baku bagi pembentukan katekolamin. Prolina bukan merupakan asam amino essensial bagi manusia, namun dapat menjaga keseimbangan osmotik sel.
19.         Tirosina, sebagai prekursor hormon tiroksin dan triiodotironin yang dibentuk di kelenjar tiroid, pigmen kulit melanin, dan dopamin, norepinefrin dan epinefrin. Tirosina tidak bersifat essensial bagi manusia. Oleh enzim tirosina hidroksilase, tirosina diubah menjadi DOPA yang merupakan bagian dari manajemen terhadap penyakit. Tirosina juga sebagai obat stimulant dan penenang yang efektif untuk meningkatkan kinerja mental dan fisik dibawah tekanan, tanpa efek samping Parkinson.
20.         Triptofan, sebagai prekursor melatonin (hormon perangsang tidur), serotonin (suatu transmitter pada sistem saraf) dan niasin (suatu vitamin). Asam amino ini merupakan penyusun protein yang bersifat essensial bagi manusia.

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KELUHAN SESAK NAFAS



ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KELUHAN SESAK NAFAS

I.          PENGUMPULAN DATA
A. Identitas



Nama Ibu                      : Ny. M
Umur                              : 24 tahun
Suku Bangsa           : Sunda/Indonesia
Agama                           : Islam
Pendidikan                  : SMA
Pekerjaan                     : IRT
Alamat Rumah          : Jl. Asem
Telepon                       : 08xxxxxx
Alamat Kantor         : -
Telp                                : -

Nama Suami              : Tn. R
Umur                              : 27 tahun
Suku Bangsa           : Jawa/Indonesia
Agama                           : Islam
Pendidikan                  : SMA
Pekerjaan                     : Karyawan
Alamat Rumah          : Jl. Asem
Telepon                       : 08xxxxxx
Alamat Kantor         : -
Telp.                               : -



B. Anamnesa (Data Subjektif)

Pada tanggal 23-02-2014 Pukul 10.00 WIB
1.      Alasan Kunjungan ini                   : Ibu ingin memeriksa kehamilannya.
2.      Keluhan-keluhan                              : Ibu mengatakan sesak nafas pada saat malam hari.
3.      Riwayat sosial ekonomi              
Status Perkawinan                        : Sah
Bahasa yang digunakan             : Bahasa Indonesia
Kebiasaan (merokok, konsumsi alkohol, napza) : Tidak ada
Dukungan Keluarga/ Suami  : Baik atau mendukung
Status Kesehatan Suami         : Sehat
Imunisasi TT                                    : 4x (Sebelum menikah, trimester II)
Kegiatan Sehari-hari             : Mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti menyapu, mengepel lantai, memasak, mencuci piring.
Pengambilan Keputusan Dalam Keluarga : Keputusan bersama suami dan istri.
Hubungan Seks Selama Kehamilan  : 1x seminggu.
Rencana Tempat Bersalin       : BPM Riska Rusmaningsih
4.      Riwayat Kesehatan Keluarga
Riwayat Penyakit Hipertensi, Diabetes, Keturunan Kembar, Sicte cell disease, alergi, epilepsi, Penyakit Jantung, Kelainan Mental, Kelainan Kongenital : TIDAK ADA
5.      Riwayat Kesehatan Ibu
Hipertensi, Diabetes, Sickle cell disease, Riwayat alergi, Penyakit jantung, Obat-obatan, Psycosa Postpartum, Asma, Bantuk Berkepanjangan, Penyakit Ginjal : TIDAK ADA
6.      Riwayat Penyakit Menular Seksual
Seksual Transmited Infection (STI), AIDS, Pengeluaran Vagina Abnormal, Luka/Bengkak pada vagina, rasa nyeri saat berkemih, Diare yang berkelanjutan : TIDAK ADA
7.      Riwayat Operasi : TIDAK ADA
8.      Riwayat Ginekologi
Salpingektomi, Infertilitas, Kehamilan ektopik, Operasi pada vagina, Pelvik/uterus : TIDAK ADA
9.      Riwayat Menstruasi
Usia Menarche              : 14 tahun
Siklus Haid                       : 28-30 hari
Lamanya Haid                 : 4-5 hari
Jumlah darah                   : Hari pertama dan kedua kental, seterusnya  encer dan 3x ganti pembalut dalam sehari.
Dismenorrhea                   : Tidak ada
10.  Riwayat Kontrasepsi   : Belum Pernah KB
11.  Riwayat Obstetrik
Riwayat Kehamilan ini
HPHT                                               : 21 Agustus 2013 TP :  28 Mei 2014
Pergerakan janin pertama kali   : 20 Minggu
Pergerakan janin dalam 24 jam : 15 kali
Obat-obatan yang dikonsumsi               : Ibu tidak pernah mengkonsumsi obat kecuali                             dari bidan atau dokter
Kekhawatiran khusus                    : Ibu cemas dengan janinnya
12.  Diet/Makan
Makanan yang dikonsumsi       : Nasi, Lauk pauk (tempe, tahu, ayam, ikan), sayuran (brokoli, bayam, kacang panjang) dan buah-buahan (jeruk,  pisang, apel).
Frekuensi dalam sehari : 1-3x sehari
Masalah (pica)                                  : Tidak ada
Keluhan-Keluhan (mual, muntah, kelelahan, pusing, letih, lesu, kehilangan selera makan)       : TIDAK ADA

C. Pemeriksaan Fisik

1.      Keadaan Umum                               : Adanya kantung mata

2.      Keadaan Emosional                     : Normal dan stabil

3.      Tinggi Badan                                  : 159 cm

4.      Berat Badan                                   : 53 kg (Saat Ini) dan 50 kg (Sebelum Hamil)

5.      LILA                                                     : 24 cm

6.      Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah                              : 120/80 mmHg
Denyut Nadi                                    : 90x/menit
Pernafasan                                          : 28x/menit
Suhu Badan                                     : 36,8 0C


7.      Kepala Hingga Leher
a.         Kepala                                          : Tampak bersih, tidak ada lesi.
b.        Wajah
Odema                                         : Tidak Ada
Cloasma                                      : Tidak Ada
c.              Mata
Konjungtiva                               : Tidak Anemis
Sklera                                           : Tidak Ikterik
d.        Mulut
Bibir dan Lidah                      : Tidak Ada
Gigi                                                : Tidak ada Karies
e.         Leher
Kelenjar Tiroid  : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Kelenjar getah bening : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening

8.      Payudara
Bentuk                                                 : Simetris antara kiri dan kanan
Ukuran                                                  : Normal
Tanda Kehamilan : Ada hiperpigmentasi pada areola mammae
Putting Susu                                     : Menonjol
Kondisi Kulit                                    : Normal

9.      Tangan dan Kaki
a.         Ekstremitas Atas
Nyeri Menggenggam           : Tidak ada
Odema                                         : Tidak ada
Pucat                                             : Tidak ada

b.        Ekstremitas Bawah
Odema                                         : Tidak ada
Varises                                         : Tidak ada
Refleks Patella                        : Kiri/kanan positif (+)

10.  Punggung
Odema daerah sakral                   : Tidak ada
Posisi tulang belakang                  : Lordosis Fisiologis

11.  Abdomen
Bekas Luka Operasi                  : Tidak ada
Bentuk                                                 : Bundar
Tanda Kehamilan                           : Lineanigra sudah ada
Gerak Janin                                      : Sudah ada
Masa                                                      : Tidak ada
Pembesaran Hati                            : Tidak ada
Pembesaran Obstetrik                              
TFU                                                     : 1 jari di atas pusat
Leopold I                                 : Pada bagian fundus teraba lunak, bulat, dan tidak melenting                                                           (bokong)
Leopold II                     : Disebelah kanan teraba bagian yang keras, datar, dan memapan terasa ada tahanan (punggung). Dan  disebelah kirinya teraba tonjolan-tonjolan kecil, tidak penuh (ekstremitas).
Leopold III                  : Teraba bulat, keras, melenting (kepala), dan persentasi kepala belum masuk PAP.
Leopold IV                                         : Tidak dilakukan.
DJJ                                                       : 130 x/menit.
12.  Anogenital
a.         Lipat Paha
Kelenjar limfe   : tidak ada pembesaran kelenjar limfe


b.        Vulva Vagina
Labia, Klitoris dan Perineum : tidak dilakukan pemeriksaan
Vagina                                               : tidak dilakukan pemeriksaan
Uretra                                              : tidak dilakukan pemeriksaan
Kelenjar Bartholini                   : tidak dilakukan pemeriksaan

D. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium (jika ada Indikasi Albumin)
Darah
a.         Haemoglobin  : 11,5 gr%
b.         Lain-lain            : Tidak dilakukan pemeriksaan.

Urine
a.       Protein                 : Tidak dilakukan
b.      Glukosa              : Tidak dilakukan
c.       Lain-lain              : Tidak dilakukan


II.      INTERPRETASI DATA
Diagnosa             : Ny. M umur 24 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 26 minggu 5 hari dan sesak nafas. TFU 1 jari diatas pusat. Janin tunggal hidup, intra uterine, persentasi kepala. DJJ : 130 kali/menit.

Dasar                    : Ibu mengatakan ini kehamilan pertama dan tidak pernah keguguran.
  Ibu mengatakan bahwa dia sesak nafas.
  Ibu mengatakan HPHT pada tanggal 21 Agustus 2013.
Masalah               : Sesak nafas dan cemas
Dasar                    : Ibu mengatakan sesak nafas dan cemas pada kehamilan ini.
Kebutuhan         : Istirahat dan dukungan.
Dasar                 : Ibu membutuhkan istirahat yang cukup dan dukungan     dari suami dan keluarga.
III.     Antisipasi Diagnosa Dan Masalah Potensial
          Asma
IV.    Identifikasi Kebutuhan Akan Tindakan Segera Atau Kolaborasi
             Kolaborasi dengan dokter
V.     Perencanaan
1.    Informasikan tentang hasil pemeriksaan agar ibu dan keluarga mengetahui kondisinya saat       ini.
2.    Anjurkan ibu meningkatkan asupan makanan dengan gizi seimbang agar nutrisi ibu terpenuhi.
3.  Jelaskan tanda bahaya pada ibu agar ibu mengetahui bahaya-bahaya yang bisa terjadi pada ibu
4.    Ukur tekanan darah, nadi, pernafasan agar kondisinya terpantau
5.    Anjurkan ibu istirahat agar kondisi kesehatannya stabil

VI.    Implementasi
1.    Menginformasikan ibu tentang hasil pemeriksaan ibu yaitu ibu saat ini hamil usia 26 minggu 5 hari, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 90x per menit, pernapasan 28x per menit, suhu 36,8 0C, berat badan 53 kg.
2.    Menganjurkan ibu untuk meningkatkan asupan makanan dan gizi seimbang, memotivasi ibu untuk banyak memakan makanan yang mengandung zat besi seperti telur, susu, hati, ikan, daging, dan sayur-sayuran, serta perhatikan pula pola makan teratur 3x sehari agar kesehatan ibu dan janin membaik, dan agar ibu tidak merasa malas makan karena sesak napas.
3.    Menjelaskan tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, pusing yang berlebihan, nyeri ulu hati, gerakan janin berkurang. Jika ibu mendapatkan keluhan-keluhan tersebut segera datang ke pelayanan kesehatan terdekat.
4.    Mengukur tekanan darah, nadi, pernapasan.
5.    Menganjurkan ibu istirahat tidur siang 1 atau 2 jam, tidur malam 7-8 jam.
VII.     Evaluasi
1.    Ibu sudah paham dan mengerti dari hasil pemeriksaannya saat ini.
2.    Ibu mengerti akan memakan makanan yang tingkat gizinya tinggi dan seimbang agar tidak mengganggu kesehatan ibu dan janin.
3.    Ibu sudah mengetahui tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilannya saat ini dan akan segera datang ke pelayaan kesehatan terdekat jika terjadi gangguan dalam kehamilannya.
4.    Ibu bersedia diukur tekanan darah, nadi, pernafasannya.
5.    Ibu mengerti untuk menjaga kesehatannya.